<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Irwan Maulana Hidayat</title>
		<link>http://cintaistiqomah.do.am/</link>
		<description>Blog istiqomah cinta</description>
		<lastBuildDate>Tue, 06 Dec 2011 01:55:22 GMT</lastBuildDate>
		<generator>uCoz Web-Service</generator>
		<atom:link href="https://cintaistiqomah.do.am/blog/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
		
		<item>
			<title>KISAH TENGGELAMNYA FIR&apos;AUN DI LAUT MERAH</title>
			<description>&lt;p&gt;Laut Merah boleh dikatakan laut yang istimewa. Mengapa? Bukan hanya 
karena warnanya yang pada waktu-waktu tertentu terlihat merah jika 
dipandang dari atas, tapi juga karena lautan yang memisahkan benua Asia 
 dan Afrika ini menyimpan kisah tentang kebesaran Allah SWT. Saat Nabi 
Musa AS dan Bani Israil diburu penguasa Mesir, laut tersebut membelah 
dan menenggelamkan Firaun berikut pasukannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Laut Merah boleh dikatakan laut yang istimewa. Mengapa? Bukan hanya 
karena warnanya yang pada waktu-waktu tertentu terlihat merah jika 
dipandang dari atas, tapi juga karena lautan yang memisahkan benua Asia 
 dan Afrika ini menyimpan kisah tentang kebesaran Allah SWT. Saat Nabi 
Musa AS dan Bani Israil diburu penguasa Mesir, laut tersebut membelah 
dan menenggelamkan Firaun berikut pasukannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jamaah haji 
asal Indonesia yang datang ke Tanah Suci bisa menyaksikan Laut Merah 
melalui jendela pesawat sesaat sebelum pesawat yang ditumpanginya 
mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Hal ini karena Kota Jeddah
 memang berada di tepi Laut Merah sisi timur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara 
geografis, Laut Merah merupakan perairan teluk yang berhubungan 
langsung dengan Laut Arab di sisi selatan. Negara-negara yang memiliki 
wilayah perairan di sepanjang Laut Merah, antara lain Arab Saudi, 
Mesir, Sudan, Eritrea, dan Etiopia, atau yang biasa disebut 
negara-negara Maghribi. Sedangkan, di sisi utara terdapat kanal bernama
 Suez yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebar
 lautan yang menjadi pembatas wilayah benua Asia dan Afrika ini di 
lokasi terjauh mencapai jarak 300 km. Sedangkan, panjang satu sisi 
pesisir Laut Merah mencapai sekitar 1.900 km. Sementara kedalaman 
lautnya di tempat yang terdalam mencapai 2.500 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah
 Nabi Musa membelah Laut Merah tersebut diperkirakan terjadi sekitar 
3.500 tahun silam. Dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 50 disebutkan, 
&quot;Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan 
kamu dan Kami tenggelamkan (Fir&apos;aun) dan pengikut-pengikutnya sedang 
kamu sendiri menyaksikan.&quot; Sejarah ini diperkuat dengan ditemukannya 
bangkai kereta kuda dan tulang-belulang manusia di Laut Merah yang 
diduga merupakan pasukan dan pengawal Firaun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan 
 penelitian ilmiah, lokasi penyeberangan Nabi Musa AS diperkirakan 
berada di wilayah Nuwaiba, Semenanjung Sinai, Mesir. Kedalaman maksimum 
 perairan di kawasan ini sekitar 800 meter ke arah Mesir dan 900 meter 
ke arah Arab. Sedangkan, jarak Nuwaiba di sisi timur Laut Merah hingga 
 Semenanjung Arab di sisi barat sekitar 1800 meter. Lebar lintasan saat 
 Nabi Musa menyeberangi Laut Merah diperkirakan mencapai 900 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan
 data tersebut, bisa dibayangkan berapa besar energi yang dibutuhkan 
untuk menyibakkan air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter 
dengan jarak 1800 meter. Apalagi waktu tersibaknya Laut Merah cukup lama
 karena Bani Israil yang menyertai Nabi Musa AS menyeberangi Laut Merah
 mencapai 600.000 orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut perhitungan fisika, jika
 penyibakan Laut Merah tersebut berlangsung empat jam saja, maka 
dibutuhkan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2,8 juta newton per 
meter persegi. Jika dikaitkan dengan kecepatan angin, akan melebihi 
kecepatan angin pada saat terjadi badai angin kencang. Mengacu pada 
perhitungan yang dilakukan seorang pakar dari Rusia bernama Volzinger, 
diperlukan embusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik atau 
108 km/jam sepanjang malam untuk menyibakkan air sedalam 800 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait
 dengan fenomena ini, peneliti Amerika Serikat mengakui bahwa fenomena 
 Laut Merah terbelah ini memang sangat mungkin terjadi. Dari hasil 
simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, 
diperlihatkan bahwa angin mampu mendorong air sehingga menyibakan 
daratan dasar laut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pusat Riset Atmosfir Nasional (NCAR) 
dan Universitas Colorado AS menyebutkan, terbelahnya air (laut) dapat 
dipahami melalui teori mekanika fluida. Angin menggerakkan air dengan 
cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, yakni menciptakan lorong 
bagi perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya. Dan, itu 
memungkinan air untuk tiba-tiba menutup kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk 
itu, para peneliti tersebut juga mempelajari bagaimana badai topan di 
Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang 
dalam. Mereka menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai 
tempat penyeberangan dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya 
air laut membelah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model ini memerlukan formasi berbentuk
 huruf U dari Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. 
Hal ini menunjukkan bahwa angin dengan kecepatan 63 mil per jam yang 
berembus selama 12 jam bisa mendorong air hingga kedalaman 6 kaki (2 
meter). Ini menjadi jembatan tanah sepanjang 3-4 kilometer (2 sampai 
2,5 mil) dan luas 5 kilometer (3 mil) hingga tetap terbuka selama 4 
jam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan hasil riset tersebut, maka bisa 
disimpulkan bahwa laut memang bisa saja membelah memperlihatkan dasar 
lautnya. Namun soal kebenaran bahwa laut membelah dengan bantuan angin,
 jawabnya adalah Wallahu Alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, di pantai Laut Merah
 wilayah Jeddah, Arab Saudi, setiap Kamis dan Jumat malam sering 
dipenuhi wisatawan untuk berpiknik sambil pesta barbeque atau sekadar 
duduk-duduk bercengkerama. Tidak mengherankan bila di sepanjang pantai 
juga berderet restoran yang menyajikan aneka masakan dan taman bermain 
untuk anak-anak.&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/kisah_tenggelamnya_fir_39_aun_di_laut_merah/2011-12-06-76</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/kisah_tenggelamnya_fir_39_aun_di_laut_merah/2011-12-06-76</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:55:22 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>DAHSYAT SADAQAH TUKANG TAMBAL BAN</title>
			<description>Seorang Tukang tambal ban. Lima tahun yang lalu seringkali terkena 
obrakan, sebab lapaknnya atau tempatnya berada di tepi jalan. Suatu 
ketika, di pagi hari, ada seorang temannya yang mampir ke tempatnya.</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Seorang Tukang tambal ban. Lima tahun yang lalu seringkali terkena 
obrakan, sebab lapaknnya atau tempatnya berada di tepi jalan. Suatu 
ketika, di pagi hari, ada seorang temannya yang mampir ke tempatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika
 mereka asyik berbicara, tiba-tiba seorang pengemis berdiri meminta. Si 
Tukang tambal ban merasa terganggu dengan kehadiran pengemis tersebut. 
Dia menolaknya, dan pengemis itupun berlalu. Demikian berturut-turut 
hingga ada beberapa pengemis yang selalu ditolaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kawannya bertanya. &quot;Disini banyak pengemis yang datang ya?.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Wah,
 kalau dituruti, sehari bisa puluhan orang. Saya selalu menolak mereka. 
Buat apa mengajari orang malas.” Kata si Tukang tambal itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kawannya
 diam sejenak. Lalu berbicara, &quot;Kalau boleh menyatakan, sebaiknya jika 
ada pengemis jangan ditolak. Meskipun seratus perak. berikanlah 
kepadanya!.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si tukang tambal ban tersenyum kecut dan 
menanggapi dengan sikap dingin. &quot;Pengemis sekarang bukanlah orang yang 
benar-benar miskin. Di daerahnya, mereka meiliki rumah besar, ternak 
banyak dan sawah luas. Mengemis dibuat sebagai mata pencaharian. Jika 
menuruti pengemis, bisa bangkrut aku. Sedangkan sejak pagi tak satupun 
kendaraan yang berhenti untuk mengisi angin ataupun minta ditambal.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temannya
 berusaha menasehati dengan bijak,”Berpikir begitu boleh-boleh saja. 
Tetapi saya tetap yakin bersedekah itu lebih bermanfaat dan 
menguntungkan diri sendiri. Aku menggemarkan diri bersedekah sudah 
beberapa tahun lalu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kamu berbicara begitu karena memang sudah 
pantas melakukan sedekah, sebab penghasilanmu besar, punya mobil dan 
rumah bagus. Sedangkan diriku!? hanyalah seorang tukang tambal ban.tidak
 lebih dan tidak kurang!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Aku dulu juga seperti dirimu…… 
Kau tahu kan? Kehidupanku compang camping. Sekarang makan, besok harus 
hutang ke tetangga. Tetapi aku tidak pernah berhenti bersedekah. Maaf, 
ini bukan pamer ataupun membanggakan diri, tetapi maksudku berbagi 
pengalaman denganmu. Setiap ke masjid, aku selalu memasukan uang 
meskipun hanya recehan. Setiap ada pengemis datang selalu kuberi jika 
memang masih ada uang, tetapi kalau lagi tidak ada …air minum saja juga 
sudah sangat senang. Itu kulakukan secara istiqomah, Dan sungguh, aku 
mengalami sebuah kejadian luar biasa. Rejekiki sangat lancar, setiap ada
 rencana selalu berhasil, setiap transaksi selalu sukses, apa saja yang 
kulakukan selalu membawa berkah hingga kamu lihat sendiri seperti 
sekarang ini.” kata temannya itu menambahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si tukang 
tambal ban tidak segera menjawab. Dia tampaknya sedang berpikir. 
Temannya lalu berkata lagi, &quot;Memberi sedekah tidak harus kepada 
pengemis. kamu bisa mengulurkan tanganmu kepada sanak saudara atau siapa
 saja.asalkan ikhlas.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Benar… dan sedekah yang lebih 
tinggi harganya ialah ketika dirimu dalam keadaan sempit. Jangan 
menunggu kaya baru bersedekah. Saat sekarang ini kamu harus memulainya.”
 begitu temannya dengan sangat bijak dan mengena memberikan saran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si
 tukang tambal ban mulai bisa menangkap makna memberi, dari kata-kata 
temannya tadi terutama kondisi dulu yang menyatakan kalau dirinya juga 
berawal dari orang yang tidak punya karena tidak punya pekerjaan tetap. 
Maka dia pantas dipercaya karena keadaanya memang sudah mapan 
dibandingkan dengan dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokan harinya si Tukang 
tambal ban mulai menyediakan uang recehan. Selama uang recehan masih 
ada, ia tidak pernah menolak pengemis yang datang. Kecuali jika sudah 
habis jatahnya baru ia menolaknya, bahkan setiap pergi ke masjid dia 
tidak pernah melupakan sedekah ke kotak infaq.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semenjak 
itu rejekinya lancar. Setiap hari sejak pagi hingga petang sambung 
menyambung motor yang berhenti minta ditambalkan ataupun sekedar mengisi
 angin. Bahkan dua keponakannya yang menganggur diajaknya membantu 
pekerjaan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekarang si Tukang tambal ban telah 
memiliki tabungan. Dari tabungannya dia mampu menyewa tempat dan 
membangunnya meskipun tidak permanen. Sehingga dia kini bisa bekerja 
dengan tenang karena tidak harus dikejar-kejar polisi pamong praja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring
 waktu, si Tukang tambal ban tidak hanya melayani jasa menambal atau 
mengisi angin. tetapi berkembang menjadi sebuah usaha ban kanisir. 
Bahkan dia mempunyai puluhan pelanggan perusahaan jasa angkutan. Kalau 
dulu dia menerima uang recehan dari pelanggannya. Sekarang dia menerima 
cek dari perusahaan sebagai pembayaran ban kanisir. Anak buahnya semakin
 bertambah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadaan hidup si tukang tambal ban telah 
mapan. Dia bisa membeli rumah dan mobil. Setiap tahun zakat malnya 
dibagikan di kampung halamannya untuk orang-orang miskin dan yatim 
piatu. Bahkan dia telah berangkat haji bersama istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si
 Tukang tambal ban berhasil membuka tabir misteri keajaiban sedekah. 
Sekarang dia benar-benar percaya bahwa sedekah itu sangat memberikan 
manfaat yang luar biasa seperti saran temannya dulu yang diawalnya dia 
tanggapi dengan sikap dingin. Subhanalloh…………..&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/dahsyat_sadaqah_tukang_tambal_ban/2011-12-06-75</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/dahsyat_sadaqah_tukang_tambal_ban/2011-12-06-75</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:53:48 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>doa bulan &apos;asyuro&apos;</title>
			<description>&lt;br&gt;</description>
			<content:encoded>alhamdulillah telah Engkau ijinkan q menikmati indahnya &apos;asyuro&apos; ya alloh...
&lt;br&gt;yaa rohmanaddunyaa wal aakhiroti wa athil &apos;umry fii thoo&apos;atika wa 
mahabbatika wa ridlooka yaa arhamarroohimiin wa ahyiny hayaatan 
thoyyibataw watawaffany &apos;alal islaami wal iimaani yaa arhamar roohimiin 
wa shollalloohu &apos;alaa sayyidinaa muhammadiw wa&apos;alaa aalihii wa shohbihii
 wasallam walhamdulillaahi robbil &apos;aalamiin...</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/doa_bulan_39_asyuro_39/2011-12-06-74</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/doa_bulan_39_asyuro_39/2011-12-06-74</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:46:14 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>INDONESIAKU, Yahudi lebih mengenal Indonesia dari orang Indonesia</title>
			<description>Ketahuilah,
 bahwa Yahudi lebih mengenal Indonesia dari orang Indonesia mengenal 
tanah airnya sendiri. Pengetahuan rinci mereka tentang Indonesia berasal
 dari kitab Injil Apokripa.</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Assalamu&apos;alaikum warahmatullahi wabarrakatuh...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketahuilah,
 bahwa Yahudi lebih mengenal Indonesia dari orang Indonesia mengenal 
tanah airnya sendiri. Pengetahuan rinci mereka tentang Indonesia berasal
 dari kitab Injil Apokripa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apokripa adalah Manuskrip kuno
 peninggalan Nabi Sulaiman dan Nabi - Nabi setelahnya yang tidak 
memiliki Kitab Suci. Kitab ini berisi tentang kumpulan ilmu pengetahuan,
 Nasehat dan catatan perjalanan hidup mereka. Pengetahuan Yahudi tentang
 Indonesia sama seperti pengetahuan yahudi terhadap Nabi Muhammad. 
Mereka mengenalnya melebihi Ibu Kandungnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah
 mencatat bahwa sejak zaman Paus Alexandria ke 6, Indonesa sudah 
dibagikan sang Paus kepada 2 Negara Kristen besar dizamannya, yakni 
Spanyol dan Portugis. Perjanjian ini dinamakan dengan Perjanjian 
Tordesilas, berisi tentang pembagian &quot;kue” Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah
 satu cerita yang jarang difahami kita semua adalah tentang Jakarta. 
Dahulu Jakarta diberikan kewenangan kepada Portugis oleh Raja Sunda 
untuk menguasainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan izin Allah SWT, Sunda Kelapa 
yang dahulu dikuasai oleh Raja tanah pasundan yang bergelar Prabu 
Siliwangi Raja Pajajaran, berhasil direbut oleh Fatahillah atau Fadilah 
Khan al Pasai seorang Mujahidin Ottoman penasehat kerajaan samudra pasai
 yang direkrut Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati sebagai 
komandan Batalion Misi Suci merebut Sunda kelapa yang kini berada di 
Muara baru pasar ikan. Peperangan sengit pun terjadi, dan akhirnya 
dengan memukul telak portugis, Sunda Kelapa dimanangkan pada tahun 22 
Juni 1527 M. Dengan membaca Bismillah Nama Sunda kelapa diganti oleh 
Fatahillah dengan Nama JAYAKARTA yang diambil dari QS. Al Fath : 1 yang 
memiliki makna JAYALAH KARTA = KEMENANGAN YANG NYATA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;22 Juni 1527 M kota Jayakarta lahir, kemudian Dikenal dengan JAKARTA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi
 sayang setelah Jakarta diberikan kepada Kyai Tubagus Angke, pada tahun 
1619 M Jakarta direbut kembali oleh Negara Salibis yaitu belanda. Lalu 
Jayakarta diganti namanya menjadi BATAVIA atau Batawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak deh ceritanya....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita
 gak pernah tahu, bahwa nama INDONESIA sendiri yang memberikan adalah 
seorang Etnolog Inggris bernama James Logan lalu dipopulerkan oleh 
etnolog asing berkebangsaan jerman, Adolf Sebastian namanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama Indonesia disesuai dengan nama tempat dimana Indonesia berada. Indonesia berasal dari bahasa Latin :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indo
 = Indus, yang berarti Samudra Hindia dan Nesia = Nesioi yang berarti 
kepulauan. Indonesia artinya adalah negara kepulauan yang berada di 
Samudra Hindia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dahsyatkan ??!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketahuilah, Jika Manusia Indonesia mengenal sejarah bangsanya melampaui&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apa yang diajarkan oleh kurikulum sekolah maka Indonesia takkan serusak dan semiskin ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama ini kita dibodohkan.....!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas kita adalah membuka sejarah yang DISEMBUNYIKAN SECARA SISTEMATIS oleh orang - orang tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketahuilah
 isi Al quran 3/4 isinya adalah sejarah. Barang siapa mengenal sejarah, 
maka ia akan menguasai peradaban dunia. Barang siapa tak mengenal 
sejarah, maka ia akan ditelan sejarah. Karena sejarah adalah pengulangan
 cerita masa lalu, hari ini dan masa datang. Ia adalah kunci peradaban 
masa depan yang dengannya semua rahasia kan terpampang jelas didepan 
mata untuk kehidupan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan diantara salah satu 
disiplin ilmu yang wajib dimiliki oleh para Nabi adalah penguasaan 
mereka akan ilmu sejarah, terutama sejarah tentang Nabi sebelumnya. Ini 
penting, agar Mereka mengerti, tugas apa yang harus dilanjutkan dan 
disempurnakan pada periode mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahai saudaraku....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini
 pelajaran Besar untuk jiwa - jiwa Besar yang Haus akan amanah Besar dan
 tugas Besar. Kita menjadi Besar bukan karena badan kita besar, lahir 
dari keluarga besar, tinggal dirumah besar, menyandang nama besar, makan
 dengan porsi besar, memiliki ukuran badan besar. Kita menjadi Besar 
karena kita melanjutkan Misi Besar perjuangan risalah Kenabian !!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#Diadopsi dan diedit dari buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Hormat, aL akh thoLabuL ‘iLmy. Ahad, 09 Muharram 1433 H.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wassalamu&apos;alaikum wa rahmatullah wa barakatuh&lt;strong&gt; &lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/indonesiaku_yahudi_lebih_mengenal_indonesia_dari_orang_indonesia/2011-12-06-73</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/indonesiaku_yahudi_lebih_mengenal_indonesia_dari_orang_indonesia/2011-12-06-73</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:43:49 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Doa sesudah Sholat Tahajjud</title>
			<description>&lt;h2 class=&quot;uiHeaderTitle&quot;&gt;Doa sesudah Sholat Tahajjud&lt;/h2&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Allahumma lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi wa 
manfiihinna wa lakalhamdu annta, wa lakalhamdu annta qayyimussamaawaati 
wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta rabbussamaawaati wal’ardhi
 wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta mulkussamaawaati wal’ardhi wa 
manfiihinna, wa lakalhamdu annta malikussamaawaati wal’ardhi wa 
manfiihinna, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka 
haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna 
haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu 
haqq. Allaahumma laka aslamtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamanntu wa 
ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa 
qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu
 wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta anta ilaahii laa ilaaha 
illaa annta.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&quot;Ya,
 Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta 
seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi 
serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit 
dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit
 dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu 
benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar 
(ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, 
(terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat 
adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, 
kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan 
pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan 
dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah 
dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan
 dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau 
adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/doa_sesudah_sholat_tahajjud/2011-12-06-72</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/doa_sesudah_sholat_tahajjud/2011-12-06-72</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:40:07 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>ADAB-ADAB PERGAULAN PRA NIKAH</title>
			<description>&lt;p&gt;A. ADAB-ADAB PERGAULAN PRA NIKAH&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hubungan Muda-mudi Sebelum Menikah (Pacaran) dalam&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tinjauan Syariat&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;lingkungan hidupnya. Dalam konteks hubungan antara laki-laki&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;dan perempuan yang bukan mahram, istilah &quot;tak kenal maka tak&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;sayang” adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah&lt;/p&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;A. ADAB-ADAB PERGAULAN PRA NIKAH&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan Muda-mudi Sebelum Menikah (Pacaran) dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tinjauan Syariat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak kenal maka tak sayang! Itulah sebuah ungkapan yang telah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;populer di kehidupan kita. Bahkan, ungkapan itu memang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berlaku umum, yaitu sejak seseorang mulai mengenal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lingkungan hidupnya. Dalam konteks hubungan antara laki-laki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan perempuan yang bukan mahram, istilah &quot;tak kenal maka tak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sayang” adalah awal dari terjalinnya hubungan saling mencintai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa lagi, di zaman sekarang ini hubungan seperti itu sudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;umum terjadi di masyarakat. Yaitu, suatu hubungan yang tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hanya sekadar kenal, tetapi sudah berhubungan erat dan saling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyayangi. Hubungan seperti ini oleh masyarakat dikenal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan istilah &quot;pacaran”. Istilah pacaran berasal dari kata dasar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pacar yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hubungan berdasarkan cinta kasih. Istilah pacaran dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahasa Arab disebut tahabbub. Pacaran berarti bercintaan;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berkasih-kasihan, yaitu dari sebuah pasangan laki-laki dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perempuan yang bukan mahram. Hubungan antara seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan orang lain dapat dikelompokkan menjadi lima:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perkenalan, hubungan sahabat, jatuh cinta, hubungan intim, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hubungan suami istri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkenalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam tidak melarang seseorang untuk menganal orang lain,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;termasuk lawan jenis yang bukan mahram. Bahkan, Islam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menganjurkan kepada kita untuk bersatu, berjamaah. Karena,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekuatan Islam itu adalah di antaranya kejamaahan, bahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah menciptakan manusia menjadi berbangsa-bangsa dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersuku-suku itu untuk saling mengenal. Allah SWT berfirman :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menuju Pernikahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengenal.” (Al-Hujuraat: 13).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan Sahabat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan sahabat adalah hubungan sebagai kelanjutan dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebuah hubungan yang saling mengenal. Setelah saling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengenal, seseorang berhubungan dengan orang lain bisa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meningkat menjadi teman biasa atau teman dekat (sahabat).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan sahabat dimulai dari saling mengenal. Hubungan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saling mengenal ini jika berlangsung lama akan menciptakan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebuah hubungan yang tidak hanya saling mengenal, tetapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah ada rasa solidaritas yang lebih tinggi untuk saling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghormati dan bahkan saling bekerja sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan takwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jatuh Cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam juga tidak melarang seseorang mencintai sesuatu, tetapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk tingkatan ini harus ada batasnya. Jika rasa cinta ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membawa seseorang kepada perbuatan yang melanggar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;syariat, berarti sudah terjerumus ke dalam larangan. Rasa cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tadi bukan lagi dibolehkan, tetapi sudah dilarang. Perasaan cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;itu timbul karena memang dari segi zatnya atau bentuknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;secara manusiawi wajar untuk dicintai. Perasaan ini adalah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perasaan normal, dan setiap manusia yang normal memiliki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perasaan ini. Jika memandang sesuatu yang indah, kita akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengatakan bahwa itu memang indah. Imam Ibnu al-Jauzi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berkata, &quot;Untuk pemilihan hukum dalam bab ini, kita harus&lt;/p&gt;&lt;p&gt;katakan bahwa sesungguhnya kecintaan, kasih sayang, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kumpulan Artikel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela. Terhadap cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang seperti ini orang tidak akan membuangnya, kecuali orang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang berkepribadian kolot. Sedangkan cinta yang melewati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan membelokkan pemiliknya kepada perkara yang tidak sesuai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan hikmah yang sesungguhnya, hal inilah yang tercela.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga ketika melihat wanita yang bukan mahram, jika ia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita yang cantik dan memang indah ketika secara tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sengaja terlihat oleh seseorang, dalam hati orang tersebut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kemungkinan besar akan terbesit penilaian suatu keindahan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecantikan terhadap wanita itu. Rasa itulah yang disebut rasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cinta, atau mencintai. Tetapi, rasa mencintai atau jatuh cinta di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sini tidak berarti harus diikuti rasa memiliki. Rasa cinta di sini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;adalah suatu rasa spontanitas naluri alamiah yang muncul dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab r.a., &quot;Wahai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amirul Mukminin, aku telah melihat seorang gadis, kemudian&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku jatuh cinta kepadanya.” Umar berkata, &quot;Itu adalah termasuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesuatu yang tidak dapat dikendalikan.” (R Ibnu Hazm). Dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kitab Mauqiful Islam minal Hubb, Muhammad Ibrahim Mubarak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyimpulkan &quot;Cinta adalah perasaan di luar kehendak dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;daya tarik yang kuat pada seseorang.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai batas ini, syariat Islam masih memberikan toleransi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;asalkan dari pandangan mata pertama yang menimbulkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;penilaian indah itu tidak berlanjut kepada pandangan mata&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kedua. Karena, jika raca cinta ini kemudian berlanjut menjadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak terkendali, yaitu ingin memandang untuk yang kedua kali,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hal ini sudah masuk ke wilayah larangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah SWT berfirman yang artinya : &quot;Katakanlah kepada laki-laki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memelihara kemaluan mereka ….” (An-Nuur: 30–31).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang beraksi. Pandangan yang terpelihara adalah apabila&lt;/p&gt;&lt;p&gt;secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk tidak berusaha melihat lagi kemudian. Dari Jarir bin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abdullah, ia berkata, &quot;Saya bertanya kepada Rasulullah SAW&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Palingkanlah pandangan-mu itu’!” (HR Muslim, Abu Daud,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ahmad, dan Tirmizi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, &quot;Hai Ali,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmizi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan Intim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika rasa jatuh cinta ini berlanjut, yaitu menimbulkan langkah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;baru dan secara kebetulan pihak lawan jenis merespon dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menerima hubungan ini, terjadilah hubungan yang lebih jauh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan lebih tinggi levelnya, yaitu hubungan intim. Hubungan ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah tidak menghiraukan lagi rambu-rambu yang ketat, apalagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aturan. Dalam hubungan ini pasangan muda-mudi sudah bisa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;merasakan sebagian dari apa yang dialami pasangan suami&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istri. Pelaku hubungan ini sudah lepas kendali. Bersalaman dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saling bergandeng tangan agaknya sudah menjadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pemandangan umum di kehidupan masyarakat kita, bahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saling berciuman sudah menjadi tren pergaulan muda-mudi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;zaman sekarang. Inilah hubungan muda-mudi yang sekarang ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita kenal dengan istilah pacaran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam minggu adalah malam surga bagi pasangan muda-mudi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang menjalin hubungan pada tingkatan ini. Mereka telah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memiliki istilah yang sudah terkenal: &quot;apel”. Sang kekasih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;datang ke rumah kekasihnya. Ada kalanya apel hanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dilaksanakan di rumah saja, ada kalanya berlanjut pergi ke&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu tempat yang tidak diketahui lingkungan yang dikenalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan begitu, mereka bebas melakukan apa saja atas dasar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saling menyukai. Al-Hakim meriwayatkan, &quot;Hati-hatilah kamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melainkan ingin berzina padanya.” &quot;Barang siapa yang beriman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berduaan dalam tempat sepi dengan seorang wanita, sedang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dia dengan wanita itu tidak memiliki hubungan keluarga, karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang ketiga dari mereka adalah setan.” (HR Ahmad).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi SAW. bersabda yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;artinya, &quot;Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersendiri-an (bersembunyian) dengan wanita malainkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan seorang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan wanita yang tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;halal baginya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungan Suami-Istri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agama Islam itu adalah agama yang tidak menentang fitrah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;manusia. Islam sangat sempurna di dalam memandang hal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;semacam ini. Manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dorongan sek. Oleh karena itu, Islam menempatkan syariat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pernikahan sebagai salah satu sunah nabi-Nya. Hubungan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sepasang kekasih mencapai puncak kedekatan setelah menjalin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hubungan suami-istri. Dengan pernikahan seseorang sesunggu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hnya telah dihalalkan untuk berbuat sesukannya terhadap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istri/suaminya (hubungan badan), asalkan saja tidak melanggar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;larangan yang telah diundangkan oleh syariat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak menyangkal bahwa di dalam kenyataan sekarang ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meskipun sepasang kekasih belum melangsungkan pernikahan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi tidak jarang mereka melakukan hubungan sebagaimana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;layaknya hubungan suami-istri. Oleh karena itu, kita sering&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendengar seorang pemudi hamil tanpa diketahui dengan jelas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;siapa yang menghamilinya. Bahkan, banyak orang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melakukan aborsi (pengguguran kandungan) karena tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sanggup menahan malu memomong bayi dari hasil perbuatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;zina. Jika suatu hubungan muda-mudi yang bukan mahram&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(belum menikah) sudah seperti hubungan suami istri, sudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak diragukan lagi bahwa hubungan ini sudah mencapai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;puncak kemaksiatan. Sampai hubungan pada tingkatan ini, yaitu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perzinaan, banyak pihak yang dirugikan dan banyak hal telah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hilang, yaitu ruginya lingkungan tempat mereka tinggal dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hilangnya harga diri dan agama bagi sepasang kekasih yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melakukan perzinaan. Selain itu, sistem nilai-nilai keagamaan di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masyarakat juga ikut hancur. Dengan mengetahui dampak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;negatif yang sangat besar ini, kita akan menyadari dan meyakini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. itu ternyata&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memang benar apabila seorang pemuda sudah siap untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah, segerakanlah menikah. Hal ini sangat baik untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghindari terjadinya perbutan maksiat. Tetapi, jika belum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mampu untuk menikah, orang tersebut hendaknya berpuasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena, puasa itu di antaranya dapat menahan hawa nafsu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Wahai segenap pemuda, barang siapa yang mampu memikul&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beban keluarga hendaklah menikah. Sesungguhnya pernikahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tetapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;barang siapa belum mampu, hendaklah dia berpuasa, karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;puasa itu benteng (penjagaan) baginya.” (HR Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;[www.alislam.or.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;B. ANJURAN MENIKAH&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada Apa Dibalik Pernikahan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak pandangan dan komentar yang berkaitan dengan nikah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehari-hari, sedikit atau banyak, tentu pembicaraan kita akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersinggungan dengan hal ini. Tidak banyak beda, apakah di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;majelis para lelaki, ataupun di majelis wanita. Sedikit di antara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;komentar yang bisa kita dengar dari suara-suara di sekitar, di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;antaranya ada yang agak sinis, merasa keberatan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyepelekan, atau cuek-cuek saja. Mereka yang menyepelekan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nikah, bilang &quot;Apa tidak ada alternatif yang lain selain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nikah?” atau &quot;Apa untungnya nikah?”. Bagi yang merasa berat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pun berkomentar, &quot;Kalau sudah nikah, kita akan terikat alias&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak bebas” semakna dengan itu, &quot;Nikah! bikin repot, apalagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalau sudah punya anak” Yang lumayan banyak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‘penggemarnya’ adalah yang mengatakan, &quot;Saya pingin meniti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karir dahulu, nikah bagi saya itu gampang kok” Terakhir, para&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orangtua pun turut memberi nasihat untuk anak-anaknya, &quot;Kamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nggak usah buru-buru, cari duit dulu yang banyak.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu beberapa pandangan orang tentang pernikahan. Tentu saja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak semua orang berpandangan seperti itu. Sebagai seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;muslim tentu kita akan berupaya menimbang segalanya sesuai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan kacamata Islam. Apa yang dikatakan baik oleh syari’at&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita, pastinya baik bagi kita dan juga sebaliknya. Karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pembuat syari’at, yaitu Allah adalah yang menciptakan kita,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang tentu saja lebih tahu mana yang baik dan mana yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;buruk bagi kita. Persoalan yang muncul seperti komentar di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atas, tak lepas dari kesalahpahaman/ ketidaktahuan seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tentang tujuan nikah itu sendiri. Nikah di dalam pandangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam, memiliki kedudukan yang begitu agung. Ia bahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;merupakan sunnah (ajaran) para nabi dan rasul, seperti firman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah, &quot;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteriisteri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan keturunan.” (QS. Ar-Ra’d : 38).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedikit memberikan gambaran kepada kita, nikah di dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ajaran Islam memiliki beberapa tujuan yang mulia, diantaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. Nikah dimaksudkan untuk menjaga keturunan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mempertahankan kelangsungan generasi manusia. Sehingga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akan tetap ada generasi yang akan membela syari’at Allah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meninggikan din Islam dan memakmurkan/memperbaiki bumi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Memelihara kehormatan diri, menghindarkan diri dari hal-hal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang diharamkan, sekaligus menjaga kesucian diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;c. Mewujudkan maksud pernikahan yang lain, seperti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menciptakan ketenangan, ketenteraman. Kita bisa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyaksikan begitu harmoninya perpaduan antara kekuatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laki-laki dan kelembutan seorang wanita yang diikat dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pernikahan, sungguh merupakan perpaduan yang sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernikahan pun menjadi sebab kayanya seseorang, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terangkat kemiskinannya. Nikah juga mengangkat wanita dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pria dari cengkeraman fitnah kepada kehidupan yang hakiki dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suci (terjaga). Diperoleh pula kesempurnaan pemenuhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kebutuhan biologis dengan jalan yang disyari’atkan oleh Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah pernikahan, mewujudkan kesempurnaan kedua belah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pihak dengan kekhususannya. Tumbuh dari sebuah pernikahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;adanya sebuah ikatan yang dibangun di atas perasaan cinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(QS. Ar-Ruum : 21).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah beberapa tujuan mulia yang dikehendaki oleh Islam. Tentu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saja tak keluar dari tujuan utama kehidupan yaitu beribadah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada Allah. [www.kotasantri.com]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika Allah Menjadi Alasan Paling Utama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh : Rico Atmaka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat-sahabat, ketika Allah menjadi alasan paling utama,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka aku berani memutuskan untuk menikah dan menyegerakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak bertanya tentang calon istriku, aku jemput dia di tempat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehingga aku nikahi seorang wanita tegar dan begitu berbakti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada suami. Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekurangan istriku, dan aku mencoba membahagiakan dia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan istriku, yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rasanya sulit aku tandingi. Maka akupun berdoa, Yaa Allah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jadikan dia, seorang wanita, istri dan ibu anak-anakku, yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dapat menjadi jalan menuju surgamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat-sahabat, kalau Allah menjadi alasan paling utama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menentram-kan jiwa, yang.. yang.… yang… dan 1000 &quot;yang”…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lainnya.. Karena semua itu baru akan muncul justru setelah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengabulkan niatku. Ketika usiaku 30 tahun, semua orangorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islami 15&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allahpun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;belum mengabulkan niatku. Ketika usiaku 35 tahun, aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku? Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cukupkah hartaku? Ketika aku minta yang baik, aku berpikir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah cukup baikkah diriku? Bahkan ketika aku minta yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hadapan cermin, sudah solehkah aku? Ketika aku meminta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sedikit, Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku. Dan ketika aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meminta sedikit, sedikit, sedikit, lebih sedikit, Ya Allah, siapapun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memberi jauh lebih banyak. Sahabatku, 10 tahun harus aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;baik daripada aku. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan meridhoi kita semua. Amin. [www.dtjakarta.or.id]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;C. HUKUM PERNIKAHAN&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nikah? Siapa takut!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menikah dalam pandangan Islam adalah tempat berseminya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sakinah, mawaddah dan rahmah, tempat memelihara kemuliaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;manusia dan keturunannya. &quot;Dan di antara tanda-tanda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekuasaan-Nya Dia telah menjadikan dari dirimu sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pasangan kamu, agar kamu hidup tenang bersamanya dan Dia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jadikan rasa kasih sayang sesama kamu. Sesungguhnya dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hal itu menjadi pelajaran bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. Ar-&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruum: 21). &quot;Salah satu golongan yang berhak ditolong oleh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah SWT. yaitu orang yang menikah karena ingin menjauhkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dirinya dari yang haram” (H.R. Tirmidzi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ahli fiqih membagi hukum menikah menjadi 5, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Wajib : Imam Qurtubi menerangkan, bagi pemuda yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mampu menikah, ingin menjaga diri dan agamanya, maka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah wajib baginya. &quot;Hai golongan pemuda! Bila di antara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kamu ada yang mampu menikah hendaklah ia menikah, karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nanti matanya akan lebih terjaga dan kemaluannya akan lebih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terpelihara” (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Sunah : Mayoritas ahli fiqih berpendapat ketika seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mampu menikah, dapat menahan dirinya untuk tidak berbuat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;zina, maka sunah baginya menikah. Ia masih bisa menundanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tapi tetap membentengi diri dan menjaga kesucian dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;shaum. Firman Allah SWT, &quot;Dan orang-orang yang tidak mampu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kawin hendaklah menjaga kesucian (dirinya) sehingga Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memampukan mereka dengan karunianya” (Q.S. An-Nuur: 33).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dan bila ia belum mampu menikah, hendaklah ia bershaum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena shaum ibarat perisai” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Haram : Menikah itu menjadi haram bila seseorang tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mampu memberi nafkah lahir dan batin kepada pasangannya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan jika pernikahan tersebut membahayakan pasangannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Qurthubhy berkata, &quot;Bila seorang laki-laki sadar tidak mampu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membelanjai istrinya atau membayar maharnya atau memenuhi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hak-hak istrinya, maka haram menikah. Begitu pula kalau ia tak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mampu menggauli istrinya, maka wajiblah ia menerangkan agar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pasangannya tidak tertipu olehnya”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Makruh : Hukum menikah menjadi makruh bagi seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang lemah syahwat dan tidak mampu memberi nafkah pada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istrinya. Tetapi, bila istri rido akan hal tersebut maka dianggap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak merugikan istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Mubah : Hukum mubah ini berlaku bagi orang yang tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terdesak oleh alasan-alasan yang mewajibkannya segera&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah atau alasan-alasan yang mengharamkannya menikah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada enam tipe keluarga :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Keluarga tipe Nabi Nuh a.s : Diuji oleh istri dan anak yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak saleh, tapi tetap tabah. Allah SWT mengisahkan doa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi Nuh tentang kematian putranya, &quot;Dan Nuh berseru&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada Tuhannya sambil berkata, Ya Tuhanku,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;adalah Hakim yang seadil-adilnya” Allah berfiman, Hai Nuh,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sesungguhnya (perbuatannya) yang tidak baik. Sebab itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak mengetahuinya. Sesungguhnya Aku memperingatkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak berpengetahuan” (Q.S. Hud; 45-46).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Keluarga tipe Nabi Ayyub a.s.: Diuji oleh pasangan yang tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setia, yang kembali taubat dan dimaafkan. &quot;Maka Kami pun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keluarganya kepadanya, dan Kami lipatgandakan bilangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah” (Q.S.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Anbiya: 84).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Keluarga tipe Asyiah dan Fir’aun: &quot;Ya Tuhanku, bangunlah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”. Doa di atas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;merupakan permintaan Asyiah istri Fir’aun, kepada Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SWT. yang kemudian dikabulkan. Asyiah merupakan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cerminan wanita salehah, tegar membela kebenaran,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sekalipun kondisi menuntut dirinya merahasiakan perjuangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Keluarga tipe Abu Lahab : &quot;Abu Lahab merupakan paman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW. yang sangat memusuhi dan menyakiti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nabi, begitu pula istri Abu Lahab saling tolong-menolong&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Lahab 111:1-&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5). Suami istri yang saling menolong dalam kejahatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Nabi Ibrahim dengan ayahnya Azar : Walaupun orang tua&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak sejalan dengan anak, tidak jadi alasan anak membenci&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orang tuanya. Nabi Ibrahim memintakan ampun untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ayahnya (Q.S. Maryam 47-48) dan firman Allah yang lainnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menerangkan bapaknya itu adalah musuh Allah, maka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibrahim berlepas diri daripadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Keluarga Nabi Muhammad SAW. atau Nabi Ibrahim a.s.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suami, istri, dan anak saling mendukung, teguh dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beribadah, penghambaan pada Allah SWT., amar ma’ruf nahi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;munkar, dakwah, dan jihad fisabilillah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadapilah harapan dengan iman, maka tidak akan ada rasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;takut, tapi mantap mengambil keputusan dalam mengarungi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahtera pernikahan. Selamat menikah semoga Anda Barakah!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amin. [www.boemi-islam.com]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;D. KHITBAH/MEMINANG&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khitbah dan Akad Nikah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KHITBAH. Kata khitbah dalam terminologi arab memiliki 2 akar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kata. Yang pertama al-khithab yang berarti pembicaraan dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang kedua al-khathb yang artinya persoalan, kepentingan dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keadaan. Jadi, jika dilihat dari segi bahasa khitbah adalah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pinangan atau permintaan seseorang (laki-laki) kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perempuan tertentu untuk menikahinya. Makna khitbah menurut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istilah syariat tidak keluar dari makna bahasa tadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam islam, seorang laki-laki berhak meminang perempuan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang diinginkan menjadi istrinya, demikian pula seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perempuan boleh meminang laki-laki yang diinginkan menjadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suaminya. Khitbah dalam pandangan syariat bukanlah suatu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akad atau transaksi antara laki-laki yang meminang dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perempuan yang dipinang atau pihak walinya. Khitbah bukanlah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu ikatan perjanjian antara kedua belah pihak untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melaksanakan pernikahan. Khitbah tidak lebih dari sekedar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;permintaan atau permohonan untuk menikah. Khitbah sudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sah dan sempurna hanya dengan ungkapan permintaan itu saja,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa memerlukan syarat berupa jawaban pihak yang dipinang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan akad baru dianggap sah apabila ada ijab dan qabul&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(ungkapan serah terima) kedua belah pihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan diterimanya sebuah pinangan baik oleh perempuan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maupun oleh walinya, tidak bermakna telah terjadi ikatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perjanjian atau akad diantara mereka. Ibarat orang hendak naik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kereta api, khitbah hanya bermakna &quot;pesan tempat duduk” yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nantinya pada saat jadual kereta berangkat ia akan menduduki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tempat tersebut sehingga tidak diduduki orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syarat yang dipinang perempuan boleh dipinang oleh laki-laki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(begitu juga sebaliknya) apabila memenuhi 2 syarat berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pada waktu dipinang perempuan itu tidak memiliki halangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;syar’i yang melarang dilangsungkannya pernikahan contoh,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita yang sedang dalam masa iddah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Belum dipinang laki-laki lain secara sah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tata cara meminang :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Laki-laki meminang melalui wali perempuan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Laki-laki meminang langsung kepada perempuan janda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Perempuan meminang laki-laki saleh. Perempuan boleh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meminang laki-laki secara langsung oleh dirinya sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau melalui perantara pihak lain agar menyampaikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pinangan kepada laki-laki untuk menjadi suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Khitbah dengan sindiran dimasa iddah (karena suaminya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meninggal). Sindiran itu misalnya seorang laki-laki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengatakan kepada seorang janda , &quot;saya ingin menikah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan perempuan shalehah” atau &quot;mudah-mudahan Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memudahkan saya untukmendapat istri shalehah”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar pinangan diterima. Sebenarnya tidak ada standard baku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;secara teknis untuk masalah ini. Tapi, beberapa langkah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dibawah ini diharapkan mampu membantu melancarkan proses&lt;/p&gt;&lt;p&gt;penerimaan dalam peminangan :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Melengkapi persiapan diri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Persiapan pertama adalah keikhlasan niat bahwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengkhitbah ini dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Persiapan kedua adalah persiapan diri pribadi yang telah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dibahas sebelumnya, yaitu menyiapkan minimal 4&lt;/p&gt;&lt;p&gt;persiapan, termasuk diantaranya persiapan finansial&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Memilih calon yang sekufu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Berbekal restu Orang Tua. Cara yang dapat dilakukan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk memperoleh restu dari orang tua diantaranya adalah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Membangun komunikasi yang lancar dengan orang tua&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Melakukan pendekatan kepada orang tua sejak awal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Mendialogkan perbedaan secara baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Memperkenalkan diri. Laki-laki bisa bertemu dan berdialog&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan calon bahkan bisa juga ia memperkenalkan diri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan bersilaturahmi ke orang tua perempuan sebelum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;peminangan resmi. Hal ini dapat mencairkan suasana, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membuat proses peminangan berjalan lancar karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;komunikasi telah dibuka sebelumnya. Apabila tidak ada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;silaturahmi terlebih dahulu, terkadang menimbulkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suudzon, jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada anaknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sehingga meminta pernikahan begitu cepat. Perkenalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan silaturahmi dapat menghilangkan praduga yang tidaktidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada orang tua dan juga keluarga besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Melibatkan orang yang dipercaya. Ketika khitbah sedang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam proses, teman calon bisa kita jadikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;referensi/tempat bertanya tentang jati dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Berdoa dan tawakal. Seluruh manusia pasti membutuhkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hendaknya seluruh usaha manusiawi kita dilandasi dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;doa kepada Allah agar segala keputusan untuk meminang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dia atau tidak, untuk menerima pinangannya atau tidak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;senantiasa dalam bimbingan Allah Ta’ala. Dengan begitu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sejak awal kehidupan berumahtangga telah bergantung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada Allah dengan berharap dan berdoa pada-Nya saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah usaha kita lakukan dengan maksimal, doa kita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lantunkan tanpa rasa bosan, akhirnya kita serahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;segalnya kepada Allah. Inilah makna tawakal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;D. MEMILIH PASANGAN &amp;amp; TA’ARUF&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kriteria Memilih Pasangan Hidup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menentukan kriteria calon pasangan, Islam memberikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dua sisi yang perlu diperhatikan, yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;a. Masalah yang pertama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masalah yang pertama adalah masalah yang terkait dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;standar umum. Yaitu masalah agama, keturunan, harta, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecantikan. Masalah ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam haditsnya yang cukup masyhur. Dari Abi Hurairah RA&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Wanita itu dinikahi karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecantikannya. Perhatikanlah agamanya, maka kamu akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selamat.” (HR. Bukhari, Muslim). Masalah agama, Rasulullah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memang memberikan penekanan yang lebih, sebab memilih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita yang sisi keagamaannya sudah matang jauh lebih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menguntungkan ketimbang istri yang kemampuan agamanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masih setengah-setengah. Sebab, dengan kondisi yang masih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setengah-setengah itu, berarti suami masih harus bekerja ekstra&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keras untuk mendidik. Itupun kalau suami punya kemampuan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;agama yang lebih. Tetapi kalau kemampuannya pas-pasan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;maka mau tidak mau suami harus ‘menyekolahkan’ kembali&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istrinya agar memiliki kemampuan dari sisi agama yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang dimaksud dengan sisi keagamaan bukan pada luasnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pemahaman agama atau fikrah saja, tetapi juga mencakup sisi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kerohaniannya (ruhiyah) yang idealnya adalah tipe seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang punya hubungan kuat dengan Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara rinci kriteria yang baik antara lain : Aqidahnya kuat,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibadahnya rajin, Akhlaqnya mulia, Pakaiannya dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dandanannya memenuhi standar busana muslimah, Menjaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kohormatan dirinya dengan tidak bercampur baur dan ikhtilath&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islami 23&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan lawan jenis yang bukan mahram, Tidak bepergian tanpa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mahram/ pulang larut malam, Fasih membaca Al-Qur’an Al-&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karim, Ilmu pengetahuan agamanya mendalam, Aktifitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hariannya mencerminkan wanita shalilhah, Berbakti kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orangtuanya serta rukun dengan saudaranya, Pandai menjaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lisannya, Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;amanah yang diberikan kepadanya, Selalu menjaga diri dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dosa-dosa meskipun kecil, Pemahaman syari’ahnya tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terbata-bata, Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;simpatik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan dari sisi nasab atau keturunan, merupakan anjuran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bagi seorang muslim untuk memilih wanita yang berasal dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keluarga yang taat beragama, baik status sosialnya, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terpandang di tengah masyarakat. Dengan mendapatkan istri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari nasab yang baik, akan lahir keturunan yang baik pula.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, mendapatkan keturunan yang baik itu bagian dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perintah agama. Sebaliknya, bila istri berasal dari keturunan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang kurang baik nasab keluarga, seperti penjahat, pemabuk,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau keluarga yang berantakan, maka semua itu akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berpengaruh pada jiwa dan kepribadian istri. Padahal nantinya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;peranan istri adalah menjadi pendidik bagi anak. Apa yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dirasakan oleh seorang ibu pastilah akan langsung tercetak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;begitu saja kepada anak. Pertimbangan memilih istri dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keturunan yang baik ini bukan berarti mengharamkan menikah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan wanita yang kebetulan keluarganya kurang baik. Sebab,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukan hal yang mustahil bahwa sebuah keluarga akan kembali&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ke jalan Islam yang terang dan baik. Namun masalahnya adalah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pada seberapa jauh keburukan nasab keluarga itu akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berpengaruh kepada calon istri. Tidak jarang butuh waktu yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lama untuk menghilangkan cap yang terlanjur diberikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masyarakat. Maka bila masih ada pilihan lain yang lebih baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari sisi keturunan, seseorang berhak untuk memilih istri yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;secara garis keturunan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;b. Masalah yang Kedua&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masalah kedua terkait dengan selera subjektif seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terhadap calon pasanan hidupnya. Sebenarnya hal ini bukan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;termasuk hal yang wajib diperhatikan, namun Islam memberikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hak kepada seseorang untuk memilih pasangan hidup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berdasarkan subjektifitas selera setiap individu maupun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keluarga dan lingkungannya. Intinya, meskipun dari sisi yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pertama tadi sudah dianggap cukup, bukan berarti dari sisi yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kedua bisa langsung sesuai. Sebab masalah selera subjektif&lt;/p&gt;&lt;p&gt;adalah hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terkait dengan hak setiap individu dan hubungannya dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orang lain. Sebagai contoh adalah kecenderungan dasar yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ada pada tiap masyarakat untuk menikah dengan orang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sama sukunya atau sama rasnya. Kecenderungan ini tidak ada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kaitannya dengan masalah fanatisme darah dan warna kulit,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melainkan sudah menjadi bagian dari kecenderungan umum di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sepanjang zaman. Dan Islam bisa menerima kecenderungan ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meski tidak juga menghidup-hidupkannya. Sebab bila sebuah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rumah tangga didirikan dari dua orang yang berangkat dari latar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;belakang budaya yang berbeda, meski masih seagama, tetap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saja akan timbul hal-hal yang secara watak dan karakter sulit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dihilangkan. Contoh lainnya adalah selera seseorang untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendapatkan pasangan yang punya karakter dan sifat tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini merupakan keinginan yang wajar dan patut dihargai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misalnya seorang wanita menginginkan punya suami yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lembut atau yang macho, merupakan bagian dari selera&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seseorang. Atau sebaliknya, seorang laki-laki menginginkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;punya istri yang bertipe wanita pekerja atau yang tipe ibu rumah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tangga. Ini juga merupakan selera masing-masing orang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjadi haknya dalam memilih. Islam memberikan hak ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sepenuhnya dan dalam batas yang wajar dan manusiawi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memang merupakan sebuah realitas yang tidak terhindarkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13 Hal Yang Disukai Pria Dari Wanita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh: Mochamad Bugi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita, demikian juga sebaliknya. Rasa cinta bisa menjadi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;anugerah jika luapkan sesuai dengan bingkai nilai-nilai ilahiyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, perasaan cinta dapat membawa manusia ke jurang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kenistaan bila diumbar demi kesenangan semata dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dikendalikan nafsu liar. Islam sebagai syariat yang sempurna,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;asal memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya. Ada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Karena akidahnya yang Shahih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebagai madrasah bagi pemimpin umat generasi mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, &quot;Dan janganlah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Karena paham agama dan mengamalkannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita dambaan yang lelaki shalih. Dari Abu Hurairah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. bersabda, &quot;Wanita dinikahi karena empat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. juga menegaskan, &quot;Dunia adalah perhiasan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i). Jadi, hanya lelaki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Dari keturunan yang baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak asal menikahi wanita. &quot;Jauhilah rumput hijau sampah!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka bertanya, &quot;Apakah rumput hijau sampah itu, ya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah?” Nabi menjawab, &quot;Wanita yang baik tetapi tinggal di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu Rasulullah SAW. memberi tuntunan kepada kaum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;juga yang punya saudara-saudara yang baik kualitasnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai pamanpamannya,”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;begitu perintah Rasulullah SAW. lagi. &quot;Nikahilah di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam &quot;kamar” yang shalih, karena perangai orang tua&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anakanaknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;agar memilih benih yang baik dan menghindari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keturunan yang jelek. &quot;Wahai anakku, orang menikah itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meskipun agak lama.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Masih gadis&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecuali suaminya. Karena itu, Rasulullah SAW. menganjurkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menikah dengan gadis. &quot;Hendaklah kalian menikah dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi. Tentang hal ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah SAW. &quot;Ya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjawab, &quot;Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berkata, &quot;Itulah aku.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jabir. Rasulullah SAW. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bertanya Jabir, &quot;Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jabir menjawab, &quot;Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Janda atau perawan?” Jabir menjawab, &quot;Janda.” Beliau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersabda, &quot;Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersamanya?” Jabir menjawab, &quot;Ya Rasulullah, sesungguhnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ayahku telah gugur dan meninggalkan tujuh anak perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi bersabda, &quot;Engkau benar, insya Allah.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Sehat jasmani dan penyayang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, &quot;Seorang lelaki datang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menghadap Nabi SAW. seraya berkata, &quot;Sesungguhnya aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjawab, &quot;Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi SAW. tetap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu Nabi SAW. bersabda, &quot;Nikahilah wanita yang banyak anak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasa’i). Karena itu, Rasulullah menegaskan, &quot;Nikahilah wanitawanita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan An-Nasa’i)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islami 29&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Berakhlak mulia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;merupakan hak anak atas ayahnya, &quot;Hak seorang anak yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas baik dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Lemah-lembut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. bersabda, &quot;Wahai A’isyah, bersikap lemah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;disebutkan, &quot;Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ke dalam diri mereka.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Menyejukkan pandangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. bersabda, &quot;Tidakkah mau aku kabarkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artikel&lt;/p&gt;&lt;p&gt;perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hal kepada putrinya yang hendak menikah. &quot;Engkau akan keluar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;pandangan yang menyejukan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. &quot;Sebaik-baik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila&lt;/p&gt;&lt;p&gt;engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali&lt;/p&gt;&lt;p&gt;melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka berkata, &quot;Jangan engkau mencari nafkah dari barang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata Rasulullah, &quot;Istri yang paling berkah adalah yang paling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;r.a.) Tapi, &quot;Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;begitu firman Allah SWT. di surah Al-Baqarah ayat 228.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepada para suami, &quot;Berilah tempat tinggal bagi perempuanperempuan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah SAW. dalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, &quot;Ayat ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kemudian bersabda, &quot;Yang lebih utama lagi adalah lidah yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, &quot;Apakah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kamu senang dengan ketuaanku ini?” &quot;Saya adalah wanita yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. &quot;Tapi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, &quot;Engkau telah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;habiskan masa mudamu bersama Rasulullah SAW. dan itu lebih&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku sukai dari segala-galanya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12. Pandai bersyukur kepada suami&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. bersabda, &quot;Allah tidak akan melihat kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. memerintahkan para sahabat untuk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;muslimin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW. menemui Ummu Salamah dan berkata, &quot;Orang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.” Dengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, &quot;Ya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subhanallah, Ummu Salamah benar Rasulullah keluar,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti ini yang patut mendapat cinta seorang lelaki yang shalih.&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/adab_adab_pergaulan_pra_nikah/2011-12-06-71</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/adab_adab_pergaulan_pra_nikah/2011-12-06-71</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 01:38:04 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>ISLAM DAN BUDAYA LOKAL</title>
			<description>&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left:.25in;mso-add-space:auto;
text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo2&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:
150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;A.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:
normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Banyak sekali karya-karya pemuda-pemudi
islam dalam mengkaji bahasan antara islam dan budaya lokal berupa
tulisan-tulisan baik itu dimedia cetak maupun ditulis dibuku-buku ilmiah akan
tetapi pembahasan ini sampai saat ini masih dalam dialektika yang belum terselesaikan.
Semoga dalam makalah singkat dan padat ini bisa sedikit membahas dan memperluas
wawasan dan pengetahuan kita sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
 &lt;o:RelyOnVML/&gt;
 &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
 &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
 &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
 &lt;w:TrackMoves/&gt;
 &lt;w:TrackFormatting/&gt;
 &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
 &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
 &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
 &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
 &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
 &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
 &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
 &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
 &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
 &lt;w:Compatibility&gt;
 &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
 &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
 &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
 &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
 &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
 &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
 &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
 &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
 &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
 &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
 &lt;w:CachedColBalance/&gt;
 &lt;/w:Compatibility&gt;
 &lt;m:mathPr&gt;
 &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
 &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
 &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
 &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
 &lt;m:dispDef/&gt;
 &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
 &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
 &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
 &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
 &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
 &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
 &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
 DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
 LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
 UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
 &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:center;line-height:150%&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;ISLAM DAN BUDAYA LOKAL&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:center;line-height:150%&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Oleh: Irwan Maulana Hidayat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left:.25in;mso-add-space:auto;
text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo2&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:
150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;A.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:
normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Pendahuluan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Banyak sekali karya-karya pemuda-pemudi
islam dalam mengkaji bahasan antara islam dan budaya lokal berupa
tulisan-tulisan baik itu dimedia cetak maupun ditulis dibuku-buku ilmiah akan
tetapi pembahasan ini sampai saat ini masih dalam dialektika yang belum terselesaikan.
Semoga dalam makalah singkat dan padat ini bisa sedikit membahas dan memperluas
wawasan dan pengetahuan kita sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Islam adalah sebuah tatanan kehidupan
yang sangat sempurna dan lengkap karena didalam islam itu sendiri mengatur
segala macam aturan mulai dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar,
mulai aturan kehidupan dalam keluarga, sekolah dan masyarakat serta lingkungan.
Segala macam aturan dalam islam. Islam ialah agama yang sempurna dalam mengatur
segala macam aspek kehidupan hal ini termaktum dalam surat Al-Maidah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;sebagai berikut: &quot;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,
dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi
agama bagimu”. (Al-Maaidah: 3)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:
150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ascii-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Islam sudah kita yakini adalah agama yang sempurna
akan tetapi dalam kesempurnaannya dan dalam implentasi kehidupan sehari-hari
masih membutuhkan penafsiran-penafsiran dan penakwilan dalam kaidah-kidah
tertentu. Karena tidak semua ayat-ayat yang terdapat dalam naskah tekstual
Al-Quran sebagai kitab suci dari agama Islam adalah ayat-ayat muhkamat dan pada
ayat-ayat yang masuk kategori terang dan jelas, ini pun dalam hal praktis
dilapangan terkadang tetap masih membutuhkan penjelasan sehingga dialektika
yang terjadi tidak mengarah pada pengaburan dari makna yang sebenarnya
terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Perlunya hal ini dilakukan karena untuk
menyesuaikan dengan perubahan zaman, bukan zaman yang dipaksakan masuk dalam
pemahaman dan tafsiran yang pernah ada dari ayat-ayat tersebut tetapi justru
naskah tekstual yang ada yang harus dipahami dalam konteks kekinian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ascii-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;Dengan meletakkan pola pemikiran seperti ini, maka
apa yang tersurat dan tersirat dalam Al-Quran sebagai kitab suci agama Islam
yang berlaku dan sesuai dengan perkembangan zaman akan tercerminkan dalam
kehidupan Islam itu sendiri. Selain itu juga ada kaidah yang menyatakan bahwa
manusia adalah makhluk pada zamannya, maka kapanpun dan dimanapun manusia
berada Islam akan tetap biasa diandalkan sebagai solusi dalam menapaki
kehidupan dengan Al-Quran sebagai Standar Operating Procedure nya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ascii-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Biasanya
terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. Agama memberikan warna
(spirit) pada kebudayaan, sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama.
Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini
berubah menjadi ketegangan. Karena seni tradisi, budaya lokal, atau adat
istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat
yang bersifat absolut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left:.25in;mso-add-space:auto;
text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo2&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:
150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;B.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:
normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Definisi Budaya
dan Islam &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Budaya merupakan produk pemikiran manusia yang terkait dengan tata cara
kehidupan masyarakat pada saat tertentu, tata cara peribadatan, system nilai
yang dianut, kebiasaan dan tradisi yang di jalankan, dll. Definisi mengenai
budaya ini memang sangat banyak sehingga ada kesan terkadang pengertian dalam
tataran konsep seolah–olah berbeda dengan pengertian dalam tataran praktis
karena begitu banyaknya dialektika yang terjadi sebagaimana juga dalam Islam.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: &quot;Budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi
kebiasaan dan sukar untuk diubah. Dengan demikian budaya menurut bahasa
sehari-harinya adalah suatu kebiasaan, adat istiadat dan suatu kegiatan manusia
yang dilakukan secara terus-menerus tanpa hentinya sampai kapanpun yang intinya
sesuatu yang dilakukan dalam jangka yang panjang”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Islam berasal dari kata Salama, Taslimu, Salman,..dst Islam, dan ini
berasal dari perkataan-Nya yang diturunkan dalam bentuk Al-Quran. Sedangkan
Budaya berasal dari kata Budi dan Daya dimana didalamnya terdapat produk pemikiran
manusia. Kemudian mungkin akan timbul pertanyaan, layakkah sesuatu yang berasal
dari Allah di sandingkan dengan hasil olah pikir makhluk yaitu manusia. Sebelum
menjawab hal tersebut, mungkin kita harus mundur kebelakang empat belas abad
yang lalu untuk mengetahui adakah keterkaitan antara Islam melalui Al-Quran ini
dengan Budaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left:.25in;mso-add-space:auto;
text-align:justify;text-indent:-.25in;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo2&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:
150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-fareast-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;C.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight:
normal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Hubungan antara
Budaya dan Islam &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Pemakaian Jilbab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Dalam kaitan dengan topik yang sedang di tulis ada salah satu ayat yang
terdapat pada QS al-Ahzab sebagai berikut: &quot;Wahai Nabi katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin;
hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar
mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu&quot;
(al-Ahzab, 59). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Budaya dan islam saling keterkaitan misalnya dalam contoh pemakaian
jilbab pada zaman dahulu. DR. Wahbah az-Zuhaili dalam kitab tafsir al-Munir
mengatakan bahwa para ulama ahli tafsir seperti Ibnu al-Jauzi, at-Thabari, Ibnu
Katsir, Abu Hayyan, Abu as-Sa&apos;ud, al-Jashash dan ar-Razi menafsirkan bahwa
mengulurkan jilbab adalah menutup wajah, tubuh dan kulit dari pandangan orang
lain yang bukan keluarga dekatnya. Yang mendasari turunnya ayat tersebut
diantaranya seperti yang disampaikan Ibnu Sa&apos;ad dalam bukunya at-Thabaqat dari
Abu Malik. Katanya, &quot;Suatu malam, para isteri Nabi Saw keluar rumah untuk
memenuhi keperluannya. Saat itu, kaum munafik menggoda dan mengganggu mereka.
Para istri-istri nabi kemudian mengadukan peristiwa itu kepada Nabi. Ketika
Nabi menegur, kaum munafik itu berkata, &quot;Kami kira mereka
perempuan-perempuan budak.&quot; Stelah peristiwa ini maka turunlah QS Al-Ahzab
tersebut di atas. Pada saat itu pemakaian jilbab merupakan tradisi yang berlaku
pada para wanita-wanita di jazirah Arab sebelum turunnya Islam dan jilbab ini
sebagai pertanda yang membedakan antara wanita-wanita merdeka dengan para
budak, sebab para budak wanita tidak mungkin atau sulit untuk menggunakan
jilbab dikarenakan tugas dan pekerjaan mereka yang cukup berat untuk melayani
para majikannya sehingga umumnya mereka tidak memakainya walaupun tidak menutup
kemungkinan para budak wanita pun menggunakannya dengan menafsirkan apa yang tersurat
pada teks-teks di atas. Dalam kontek topik di atas mengapa di ambil jilbab
sebegai salah satu contoh, karena jilbab merupakan salah satu bentuk atau
bagian dari pakaian dimana pakaian adalah merupakan produk kebudayaan walaupun
ada beberapa contoh-contoh lainnya yang akan disebutkan. Budaya sebagaimana
telah diketahui terkait atau identik dengan symbol-simbol dan jilbab inipun
merupakan sebuah symbol dalam Islam dimana tersurat dalam al-Qur’an dan juga
merupakan symbol dari kebudayaan setempat pada saat itu .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Dalam konteks tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahasa mengenai
jilbab itu sendiri dari sisi syariat tetapi hanya sekedar untuk mengetahui
mengenai adakah keterkaitannya antara budaya setempat dengan Islam pada saat
turunnya, dan ternyata dengan mencermati dan menelaah baik dari naskah yang
tertulis dalam Al-Qur’an pada ayat di atas ataupun budaya yang berlaku saat
Islam datang ternyata dapat diketahui ada kaitan yang erat mengenai hal
tersebut di atas. Maka apa yang terjadi berikutnya adalah adanya kolaborasi
(baca: mutualisme atau interdependensi) antara datang dan berkembangnya Islam
dengan budaya setempat, Islam butuh budaya karena budaya adalah sebagai wadah
dan sarana demi masuk dan berkembangnya Islam pada saat itu sedangkan dari sisi
budaya dengan masuknya Islam menjadi mempertinggi dan memperluas khazanah
budaya tersebut sehingga apa yang terjadi adalah wadah atau kemasannya adalah
budaya dan esensi atau nilai-nilai yang terpancarkannya menjadi nilai-nilai
yang islami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Tata Cara Makan, Prosesi Pernikahan dll &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Contoh-contoh sisa-sisa peninggalan budaya masa lalu sebelum Islam masuk
dan kembali serta masih berlaku di Saudi Arabia sampai saat ini adalah tatacara
makan, prosesi pernikahan dll. Berbicara mengenai pernikahan dalam Islam
ternyata akan selalu terkait dengan masalah Poligami yang mungkin ditakuti oleh
sebagian besar Muslimah di Indonesia. Seperti terdapat pada al-Qur’an yang
mulia dimana tertulis pada QS surat An-Nisaa yang sudah sangat diketahui dan
dipahami oleh Muslim dan Muslimah dimana diperbolehkannya menikahi wanita 2
orang, 3 orang bahkan sampai 4 orang. Selain itu juga ada hadits Rasulullah SAW
yang berbunyi sebagai berikut: &quot;An nikahu sunnatiy, fa man ragiba ‘an sunnatiy
fa laysa minniy”. Terjemahan bebas dari hadits beliau SAW adalah bahwa nikah
adalah sunnah beliau dan barang siapa yang membenci sunnah beliau maka bukan
bagian dari ummat beliau. Dalil naqli di atas seolah-olah menjadi &lt;i&gt;jurisprudensi&lt;/i&gt;
bagi kaum adam untuk berpoligami walaupun memang tidak ada larangan untuk
berpoligami bahkan termasuk menjalankan sunnah beliau SAW bagi yang mampu,
hanya saja situasi dan kondisinya mungkin sudah sangat berbeda dengan asbabun
nuzul dan asbabul wurud dari dalil naqli diatas khusunya di Indonesia, karena
wanita di Indonesia saat ini sudah dapat melakukan banyak hal diberbagai bidang
dan sangat berbeda sekali dengan apa yang dialami para wanita di Saudi sampai
dengan saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Berkaiatan dengan masalah prosesi pernikahan khususnya yang terjadi di
Saudi hingga saat ini sebagiannya mengacu kembali kepada tradisi dan budaya
masa lalu khususnyanya menyangkut biaya prosesi pernikahan dan
pernak-perniknya. Seorang pria di Saudi jika ingin menikahi seorang wanita Saudi
ternyata tidak mudah, mereka para kaum pria khususnya Saudi harus memenuhi apa
yang diminta oleh ayah dari pihak wanita dan biaya prosesi pernikahan di Saudi
bagi kaum kebanyakan ternyata tidaklah murah bahkan sebuah prosesi pernikahan
untuk masyarakat biasa yang terjadi adalah minimal memakan biaya sekitar sebuah
Toyota Altis semisal itu, ternyata di Saudi pernikahan lebih mahal dari pada
sebuah harga mobil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Sementara apa yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya untuk kaum
kebanyakan. Belum lagi bila pihak wanita berasal dari kabilah yang lebih tinggi
dan lebih besar walaupun bukan dari kalangan kerajaan ataupun selebiriti
sehingga biaya prosesi pernikahan bisa mencapai nilai lebih dari 200.000 SAR
hanya untuk sebuah pesta pernikahan semata. Sementara sunnah Rosul SAW
mengatakan bahwa bagi kaum pria saat akan menikah hendaklah memberikan
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya dan pihak wanita meminta serendah
mungkin sehingga tidak menjadi kendala bagi berlangsungnya proses pernikahan
dan hal ini pernah dicontohkan oleh pernikahan Ali r.a. dengan Fathimah r.a.
puteri beliau dari Khadijah r.a. hanya dengan bermaharkan sebuah baju besi.
Dengan kondisi yang berlaku saat ini, maka bagi kaum pria di Saudi jangankan
untuk berpoligami untuk menikahi seorang wanita menjadi istrinya ternyata
tidaklah mudah akan tetapi ketika seorang pria memiliki kemampuan finansial
untuk menikahi lebih dari seorang wanita yang disenanginya sebagaimana tertulis
dalam al-Qur’an maka hal ini pun tidak sulit untuk melakukannya bahkan mungkin
prosesnya lebih mudah dari pada yang biasa terjadi di Indonesia. Sebenarnya
biaya prosesi pernikahan yang lebih dari hal tersebut di Indonesia pun kerap
terjadi, tetapi hanya terjadi pada kalangan tertentu saja tidak terjadi pada
rakyat biasa dengan tingkat pendidikan dan kualitas kehidupan rata-rata
kebanyakan warga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;Silogisme dari beberapa gambaran diatas ternyata tidak menutup
kemungkinan bahwa Islam di Indonesia pun bisa saja melakukan hal-hal seperti
Islam di Saudi, dimana nilai-nilai Islam yang ada mewarnai dan meresap dalam
wadah budaya Indonesia sehingga khazanah budaya bangsa inipun akan semakin
meninggi tanpa harus kehilangan jati diri budayanya. Dan ternyata hal ini
memang sudah sering diperbincangkan selama bebarapa saat lamanya baik dalam
sebuah diskursus tertentu ataupun yang mencoba untuk menerapkannya sebagai
sebuah solusi dalam menapaki kehidupan yang terus menerus mengalami perubahan
dan perkembangan zaman. Bila suatu saat hal ini terwujud dengan izin-Nya dan
usaha dari kaum Muslimin dan Muslimah Indonesia maka Islam yang Rahmatan Lil
‘Alamiin akan terwujud di bumi Indonesia yang sesuai dengan adat dan tradisi
masyarakat Indonesia tanpa harus kehilangan esensi atau ruh dari Islam itu
sendiri juga rasa bangga dan percaya diri karena adanya symbol-simbol yang
berbeda dengan Islam di Timur tengah.&lt;span style=&quot;mso-spacerun:yes&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dari
contoh diatas dapat disimpulkan hubungan antara islam dan budaya local: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l4 level1 lfo7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Sebagai sebuah kenyatan sejarah, agama dan kebudayaan dapat saling
mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan symbol&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l4 level1 lfo7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan.
Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di
dalamnya. Agama memerlukan sistem simbol, dengan kata lain agama memerlukan
kebudayaan agama. Tetapi keduanya perlu dibedakan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l4 level1 lfo7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Agama adalah sesuatu yang final, universal, abadi (&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;mso-ascii-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-hansi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;parennial&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;)
dan tidak mengenal perubahan (&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;mso-ascii-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;absolut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Sedangkan kebudayaan
bersifat partikular, relatif dan temporer&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;
line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l4 level1 lfo7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi;mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama
pribadi, tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat
tempat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-font-weight:
bold&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;line-height:150%;
mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-font-weight:bold&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l2 level1 lfo2&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;D.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;Pola yang Terbentuk antara Islam dan Budaya Lokal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l5 level1 lfo3&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;
line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Integartif&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:1.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l3 level1 lfo5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola
Islamisasi&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:1.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l3 level1 lfo5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola
pribumisasi&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:.75in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l5 level1 lfo3&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola
Dialog&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:1.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l6 level1 lfo4&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola
Negoisasi&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:1.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;text-indent:-.25in;
line-height:150%;mso-outline-level:6;mso-list:l6 level1 lfo4&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:
12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:
major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;Pola
Konflik.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:
auto;margin-left:1.25in;mso-add-space:auto;text-align:justify;line-height:150%;
mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;
font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;
mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;
mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-fareast-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list:Ignore&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;I.&lt;span style=&quot;font:7.0pt &quot;Times New Roman&quot;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:
major-bidi&quot;&gt;&lt;br&gt;
&lt;br style=&quot;mso-special-character:line-break&quot;&gt;
&lt;br style=&quot;mso-special-character:line-break&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:
&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:
&quot;Times New Roman&quot;;mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto;
text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;mso-outline-level:6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
mso-ascii-theme-font:major-bidi;mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
mso-hansi-theme-font:major-bidi;mso-bidi-theme-font:major-bidi&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/islam_dan_budaya_lokal/2011-10-08-70</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/islam_dan_budaya_lokal/2011-10-08-70</guid>
			<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 01:25:43 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>TSAQIFAH BANI SAIDAH - MEDINA</title>
			<description>&lt;p&gt;Sejarawan Ibnu Ishaq mengisahkan bahwa begitu Rasululullah SAW wafat,
 Umar bin al Khaththab mendengar kabar bahwa kaum Muhajirin berkumpul di
 Tsaqifah Bani Saidah untuk membahas siapa yang akan menggantikan 
kepemimpinan Rasulullah. Umar langsung mengajak Abu Bakar dan Abu 
Ubaidah bin al Jarrah untuk mendatangi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;br&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Sejarawan Ibnu Ishaq mengisahkan bahwa begitu Rasululullah SAW wafat,
 Umar bin al Khaththab mendengar kabar bahwa kaum Muhajirin berkumpul di
 Tsaqifah Bani Saidah untuk membahas siapa yang akan menggantikan 
kepemimpinan Rasulullah. Umar langsung mengajak Abu Bakar dan Abu 
Ubaidah bin al Jarrah untuk mendatangi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesampai di
 sana ternyata kabar tersebut benar. Orang-orang Anshar telah berkumpul.
 Salah seorang dari mereka, yakni Saad bin Ubadah berpidato: &quot;Amma 
ba’du. Kami Ansharullah dan tentara Islam. Sedangkan kalian wahai kaum 
Muhajirin adalah keluarga besar kami. Kalian terusir dari kaum kalian. 
Apabila mereka (Muhajirin) hendak lepas dari kami (Anshar) merampas 
masalah (ke-kuasaan) kami”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika itu Umar ingin 
menanggapi pidato Sa’ad dan telah merangkai kata-kata dalam pikirannya 
tapi dia tahan karena berfikir bahwa Abu Bakar pasti akan menanggapinya 
dengan tanggapan yang lebih baik. Benar. Semua rangkaian kata yang telah
 dipersiapkan Umar telah disampaikan oleh Abu Bakar dengan susunan yang 
lebih baik dan lebih menyentuh sehingga membuat Saad diam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu
 Bakar berkata: &quot;Apa yang kalian sebutkan tentang kebaikan kalian adalah
 hak kalian. Semua orang Arab tidak mengingkari hal ini kecuali 
orang-orang Quraisy. Sebab mereka mempunyai nasab keturunan yang terbaik
 di antara orang-orang Arab”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu sambil memegang tangan 
Umar dan Abu Ubaidah, Abu Bakar berseru: &quot; Oleh karena itu, bila kalian 
rela memilih di antara kedua orang ini, maka baiatlah salah satu dari 
keduanya!”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun salah seorang di antara orang Anshar ada 
yang berteriak: ”Wahai orang-orang Quraisy, kamilah yang menjadi tempat 
berlindung Rasulullah dan melindungi kemuliannya. Kalau begitu begini 
saja, kami punya amir dan kalian punya amir sendiri”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan
 tersebut menyulut kegaduhan di antara para hadirin. At Thabari 
meriwayatkan bahwa dalam situasi kritis itu Abu Ubaidah bin Al Jarrah 
menyampaikan kata-kata bijak yang menyentuh hati kaum Anshar. Abu 
Ubaidah berkata: &quot;Wahai kaum Anshar, kalian adalah orang-orang yang 
pertama kali menjadi pelindung dan penolong (Nabi dan agamanya). 
Janganlah kemudian kalian menjadi orang-orang yang pertama kali berubah 
dan berpaling”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Basyir bin Saad, salah seorang pemim-pin 
Anshar dari kaum Khazraj berkata: &quot;Demi Allah, kita sekalipun yang 
paling utama dalam memerangi orang-orang musyrik dan paling dahulu 
memeluk agama Islam ini, tidak ada yang kita inginkan selain ridlo Allah
 dan ketaatan kepada Nabi kita serta menekan kepen-tingan pribadi kita. 
Maka tidak pantas kita memperbelit-belit urusan ini terhadap yang lain. 
Dan seyogyanya kita tidak memiliki orientasi duniawi sama sekali. Karena
 dalam hal ini sebenarnya Allah telah memberikan kenikmatan kepada kita.
 Ingatlah bahwa Muhammad adalah dari keturunan Quraisy dan dalam hal ini
 kaumnyalah yang lebih berhak dan lebih utama. Demi Allah, Allah tidak 
akan melihat selama-lamanya kepada para perebut kekuasaan mereka dalam 
urusan ini. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian 
menentang serta mengambil kepemimpinan dari mereka”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata-kata Basyir inilah yang meneduhkan dan karena kata-kata itulah orang-orang Khazraj menjadi tenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika
 itu Abu Bakar yang duduk di antara Umar dan Abu Ubaidah segera memegang
 tangan tokoh sahabat Muhajirin itu. Abu Bakar berkata: &quot;Ini Umar dan 
ini Abu Ubaidah, siapa di antara mereka berdua yang kalian kehendaki, 
maka baiatlah!”. Lalu Abu Bakar mengajak mereka bersatu dan mengingatkan
 mereka dari perpecahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demi melihat tidak ada jawaban 
spontan dan melihat gelagat yang mengkhawatirkan, Umar segera berseru 
lan-tang:&quot;Hai Abu Bakar, ulurkanlah tanganmu!”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Bakar 
lalu mengulurkan tangan-nya dan Umar segera membaiatnya dengan 
menyebut-nyebut keutamaannya. Demikian pula Abu Ubaidah membaiat Abu 
Bakar dengan menyebut-nyebut keutamaannya. Langkah mereka diikuti oleh 
tokoh kaum Khazraj, Basyir bin Saad dan tokoh kaum Aus, Usaid bin 
Hudlair. Selanjutnya ruang Saqifah itu penuh sesak oleh orang-orang yang
 membaiat Abu Bakar sebagai khalifah, amirul mukminin, pengganti 
Rasululullah seba-gai pemimpin dan penguasa atas kaum muslimin, bukan 
sebagai pengganti beliau dalam kedudukan sebagai Nabi dan Rasul Allah 
SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hikmah Sejarah Dalam Bidang Kepemimpinan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah
 perdebatan siapa yang pantas menjadi pengganti nabi di Kebun Bani Saad,
 salah satu tokoh Anshar memberikan hikmah kepada kita akan beberapa 
hal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, kepemimpinan adalah satu hal yang sangat 
penting, sedemikian pentingnya sehingga para sahabat utama harus 
mendahulukan hal ini daripada mengurusi jenazah Rasulullah. Karena di 
tangan pemimpinlah maju-mundur dan jatuh-bangun organisasi ditentukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua,
 terpilihnya Abu Bakar, meskipun Abu Bakar telah menawarkan Umar yang 
terkenal memiliki kemampuan rasional lebih baik, menunjukkan bahwa aspek
 figur (baca uswah) lebih mudah diterima khalayak daripada rasionalitas 
(baca karya). Meski sangat sulit mengukur siapa yang lebih baik dalam 
derajad ketakwaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/tsaqifah_bani_saidah_medina/2011-06-29-69</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/tsaqifah_bani_saidah_medina/2011-06-29-69</guid>
			<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 00:41:18 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>masjid Sayyidina Abu Bakar</title>
			<description>Masjid ini berlokasi sebelah barat daya Masjid Nabawi sekitar 335 
meter dan 40 meter dari arah Masjid al-Ghomamah. Masjid ini adalah salah
 satu tempat yang digunakan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq untuk shaf 
sholat ketika mengikuti Sholat istisqo&apos; dan Sholat Ied pada masanya 
bersama Rasulullah SAW. dan dengan sahabat-sahabat yang lain. Tempat 
Shaf sholat inilah yang sehingga sekarang diabadikan menjadi Masjid Abu 
Bakar ash-Shiddiq RA.</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Masjid ini berlokasi sebelah barat daya Masjid Nabawi sekitar 335 
meter dan 40 meter dari arah Masjid al-Ghomamah. Masjid ini adalah salah
 satu tempat yang digunakan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq untuk shaf 
sholat ketika mengikuti Sholat istisqo&apos; dan Sholat Ied pada masanya 
bersama Rasulullah SAW. dan dengan sahabat-sahabat yang lain. Tempat 
Shaf sholat inilah yang sehingga sekarang diabadikan menjadi Masjid Abu 
Bakar ash-Shiddiq RA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Abu Bakar&lt;/strong&gt; (bahasa Arab: &lt;em&gt;أبو بكر الصديق&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Abu Bakr ash-Shiddiq&lt;/em&gt;)
 (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus 634/21 Jumadil Akhir 13 H) termasuk di
 antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Rasulullah SAW. 
wafat, Sayyidina &lt;strong&gt;Abu Bakar&lt;/strong&gt; RA. menjadi khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin pada tahun 632. Ia bernama asli &lt;strong&gt;Abdullah bin Abi Quhafah&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayyidina
 Abu Bakar dilahirkan di Mekkah dari keturunan Bani Tamim ( Attamimi ),
 suku bangsa Quraish. Berdasarkan beberapa sejarawan Islam, beliau 
adalah seorang pedagang, hakim dengan kedudukan tinggi, seorang yang 
terpelajar serta dipercayai sebagai orang yang bisa menafsirkan mimpi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak
 kecil, Abu Bakar dikenal sebagai anak yang cerdas, sabar, jujur dan 
lembut. Ia menjadi sahabat Nabi SAW. sejak keduanya masih usia remaja.
 Karena sifatnya yang mulia itu, ia banyak disenangi dan disegani oleh
 masyarakat sekitar, juga lawan maupun kawan saat memperjuangkan 
Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Bakar merupakan seseorang yang jujur dan dekat
 kepada Rasulullah saw, dan da’wah yang disampaikan Rasulullah SAW. 
kepada Islam tanpa ragu beliau segera mengikuti dan menganutnya; 
karena beliau sangat mengetahui kebenaran Nabi SAW. dan kejujurannya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nabi SAW. pernah bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tidak
 ada seseorang yang aku serukan masuk Islam ada dalam dirinya ada rasa
 keraguan, ketidak pastian dan penuh pertimbangan, kecuali Abu Bakar, 
 beliau sama sekali tidak merasa ragu saat saya ingatkan kepadanya dan 
 tidak ada keraguan didalamnya”. (Ibnu Hisyam).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu 
Bakar yang juga mahir dalam ilmu hisab itu, dikenal mempunyai 
kedudukan istimewa di sisi Nabi SAW. Bahkan salah satu putrinya, yakni 
 ‘Aisyah RA, kemudian dinikahi Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara 
universal, sesungguhnya prototipe Abu Bakar mungkin dapat digolongkan 
sebagai pejuang Islam yang sejak awal konsisten membela kaum tertindas,
 tak pandang bulu. Seperti dikutip Jamil Ahmed dalam Seratus Muslim 
Terkemuka, Abu Bakar tak pernah absen dalam setiap pertempuran 
menegakkan kebenaran dan menumpas penindasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama masa 
sakit Rasulullah SAW. saat menjelang ajalnya, dikatakan bahwa Abu Bakar 
ditunjuk untuk menjadi imam salat menggantikannya, banyak yang 
menganggap ini sebagai indikasi bahwa Abu Bakar akan menggantikan 
posisinya. Segera setelah kematiannya (632), dilakukan musyawarah di 
kalangan para pemuka kaum Anshar dan Muhajirin di Madinah, yang 
akhirnya menghasilkan penunjukan Abu Bakar sebagai pemimpin baru umat 
Islam atau khalifah Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang terjadi saat 
musyawarah tersebut menjadi sumber perdebatan. Penunjukan Abu Bakar 
sebagai khalifah adalah subyek yang sangat kontroversial dan menjadi 
sumber perpecahan pertama dalam Islam, dimana umat Islam terpecah 
menjadi kaum Sunni dan Syi&apos;ah. Di satu sisi kaum Syi&apos;ah percaya bahwa 
seharusnya Ali bin Abi Thalib (menantu nabi Muhammad) yang menjadi 
pemimpin dan dipercayai ini adalah keputusan Rasulullah SAW. sendiri 
sementara kaum sunni berpendapat bahwa Rasulullah SAW menolak untuk 
menunjuk penggantinya. Kaum sunni berargumen bahwa Rasulullah 
mengedepankan musyawarah untuk penunjukan pemimpin.sementara muslim 
syi&apos;ah berpendapat kalau Rasulullah saw dalam hal-hal terkecil seperti 
 sebelum dan sesudah makan, minum, tidur, dll, tidak pernah meninggal 
umatnya tanpa hidayah dan bimbingan apalagi masalah kepemimpinan umat 
terahir.dan juga banyak hadits di Sunni maupun Syi&apos;ah tentang siapa 
khalifah sepeninggal Rasulullah saw, serta jumlah pemimpin islam yang 
dua belas. Terlepas dari kontroversi dan kebenaran pendapat 
masing-masing kaum tersebut, Ali sendiri secara formal menyatakan 
kesetiaannya (berbai&apos;at) kepada Abu Bakar dan dua khalifah setelahnya 
(Umar bin Khattab dan Usman bin Affan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjuangannya itu
 semakin berat sejak dirinya dipilih sebagai khalifah, menggantikan 
Rasulullah yang wafat pada 632 M. Ketika itu, wilayah kekuasaan Islam 
hampir meliputi seluruh semenanjung Arabia, dan terdiri berbagai suku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terpilihnya
 Abu Bakar yang juga disepakati kalangan sahabat itu dinilai tepat 
saat negara dalam kondisi tak menentu. Dalam pidato baiat yang 
dilakukan di Masjid Nabawi, Madinah, Abu Bakar antara lain menyatakan,
 &quot;Orang yang lemah di antara kalian akan menjadi kuat dalam pandangan 
saya hingga saya menjamin hak-haknya seandainya Allah menghendaki, dan
 orang yang kuat di antara kalian adalah lemah dalam pandangan saya 
sehingga saya dapat merebut hak daripadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu
 Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur&apos;an. 
Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan 
Musailamah dalam perang Ridda, banyak penghafal Al Qur&apos;an yang ikut 
tewas dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk 
mengumpulkan koleksi dari Al Qur&apos;an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh
 sahabat Zaid bin Tsabit, mulailah dikumpulkan lembaran-lembaran 
Al-quran dari para penghafal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang 
terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain 
sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh 
Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin 
Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga 
istri dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan Usman 
bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur&apos;an hingga 
yang dikenal hingga saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Bakar meninggal pada 
tanggal 23 Agustus 634 di Madinah pada usia 63 tahun. Abu Bakar 
dimakamkan di rumah Aishah di dekat masjid Nabawi, di samping makam 
Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/masjid_sayyidina_abu_bakar/2011-06-29-68</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/masjid_sayyidina_abu_bakar/2011-06-29-68</guid>
			<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 00:38:28 GMT</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Masjid Sayyidina Umar ibnu Khatthab</title>
			<description>&lt;p&gt;Masjid Sayyidina Umar ibnu Khatthab ini berada di alun-alun kota 
Medina, 500 meter dari Masjid Nabawi atau 100 meter dari Masjid Ghomamah
 ataun 100 meter dari Pasar Kurma Medina. Masjid ini dulunya adalah shaf
 sholat Sayyidina Umar ibnu Khatthab ketika masa Rasulullah SAW. yang 
pernah terjadi paceklik yang sangat panjang sehingga Rasulullah SAW. dan
 para sahabatnya perlu menggelar sholat Istisqo&apos; (sholat minta hujan), 
dan dilokasi masjid ini pula shaf Sayyidina Umar bin Khatthab mengikuti 
sholat Ied yang dulunya tidak di Masjid Nabawi tapi digelar di alun-alun
 Kota Medina. Di abadikanlah Shaf Sayyidina Umar ini hingga sekarang 
para penziarah mengenalnya dengan sebutan Masjid Umar ibnu Khatthab RA.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description>
			<content:encoded>&lt;p&gt;Masjid Sayyidina Umar ibnu Khatthab ini berada di alun-alun kota 
Medina, 500 meter dari Masjid Nabawi atau 100 meter dari Masjid Ghomamah
 ataun 100 meter dari Pasar Kurma Medina. Masjid ini dulunya adalah shaf
 sholat Sayyidina Umar ibnu Khatthab ketika masa Rasulullah SAW. yang 
pernah terjadi paceklik yang sangat panjang sehingga Rasulullah SAW. dan
 para sahabatnya perlu menggelar sholat Istisqo&apos; (sholat minta hujan), 
dan dilokasi masjid ini pula shaf Sayyidina Umar bin Khatthab mengikuti 
sholat Ied yang dulunya tidak di Masjid Nabawi tapi digelar di alun-alun
 Kota Medina. Di abadikanlah Shaf Sayyidina Umar ini hingga sekarang 
para penziarah mengenalnya dengan sebutan Masjid Umar ibnu Khatthab RA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Umar bin Khattab&lt;/strong&gt; (581 - November 644) (bahasa Arab: &lt;em&gt;عمر ابن الخطاب&lt;/em&gt;) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama
 lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahir di Mekkah, 
dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama 
Khaththab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti 
Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu &lt;em&gt;Al-Faruq&lt;/em&gt; yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluarga
 Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan 
menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga 
dikenal, karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di 
Mekkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum memeluk Islam, sebagaimana tradisi kaum 
jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. 
Sebagaimana yang ia katakan sendiri, &quot;Aku menangis ketika menggali 
kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mabuk-mabukan
 juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan
 mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. 
Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun
 belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara 
tegas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; Memeluk Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika ajakan
 memeluk Islam dideklarasikan oleh Nabi Muhammad SAW, Umar mengambil 
posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah 
berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras 
dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap 
pemeluknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan 
untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan
 seorang muslim (Nu&apos;aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa 
saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas 
pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di rumah Umar 
menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur&apos;an (surat 
Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. 
Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan 
kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian 
menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur&apos;an tersebut dan kemudian 
langsung memeluk Islam pada hari itu juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kehidupan di Madinah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar
 adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yatsrib 
(Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, 
Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang 
sahabat dekat Nabi Muhammad SAW&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kematian Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah
 sakit dalam beberapa minggu, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari senin 
tanggal 8 Juni 632 (12 Rabiul Awal, 10 Hijriah), di Madinah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persiapan
 pemakamannya dihambat oleh Umar yang melarang siapapun memandikan atau
 menyiapkan jasadnya untuk pemakaman. Ia berkeras bahwa Nabi tidaklah 
wafat melainkan sedang tidak berada dalam tubuh kasarnya, dan akan 
kembali sewaktu-waktu. (Hayatu Muhammad, M Husain Haikal)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu 
Bakar yang kebetulan sedang berada di luar Madinah, demi mendengar 
kabar itu lantas bergegas kembali. Ia menjumpai Umar sedang menahan 
muslim yang lain dan lantas mengatakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saudara-saudara!
 Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Tetapi 
barangsiapa mau menyembah Allah, Allah hidup selalu tak pernah mati.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Bakar kemudian membacakan ayat dari Al Qur&apos;an&amp;nbsp;:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Muhammad
 itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu 
sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh 
kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke 
belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah 
sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang 
bersyukur.&quot; (surat Ali &apos;Imran ayat 144)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar lantas menyerah dan membiarkan persiapan penguburan dilaksanakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masa kekhalifahan Abu Bakar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada
 masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu 
penasehat kepalanya. Kemudian setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 
634, Umar ditunjuk menggantikannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menjadi khalifah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama
 pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam 
mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti 
Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta 
mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari 
kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu 
Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan islam pada jaman 
Umar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang 
menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di 
dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan
 Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia 
Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil 
mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar
 pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada 
pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas 
mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang 
terkenal, Rustam Farrukhzad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 637, setelah 
pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya 
mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota 
oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja 
(Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain 
agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar 
 didirikan ditempat ia salat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar melakukan banyak reformasi 
secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, 
termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru 
ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh
 wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas 
dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia
 juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar dikenal 
dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan 
penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada
 sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar 
mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung
 saat peristiwa hijrah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kematian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Umar
 bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak pada saat 
ia akan memimpin salat Subuh. Fairuz adalah salah seorang warga Persia 
yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon 
dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. 
Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan
 negara digdaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 
Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang 
oleh Usman bin Affan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semasa Umar masih hidup Umar meninggalkan wasiat yaitu:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila
 engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. 
Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila
 engkau hendak memuji seseorang, pujilah ALLAH SWT. Karena tiada 
seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih 
santun lembut kepadamu selain ALLAH SWT.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika engkau ingin 
meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab 
apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila 
engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena 
jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan 
penuh penyesalan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</content:encoded>
			<link>https://cintaistiqomah.do.am/blog/masjid_sayyidina_umar_ibnu_khatthab/2011-06-29-67</link>
			<dc:creator>suhadi</dc:creator>
			<guid>https://cintaistiqomah.do.am/blog/masjid_sayyidina_umar_ibnu_khatthab/2011-06-29-67</guid>
			<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 00:36:20 GMT</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>